Dukung Pengelolaan SDA, SUAR bersama Lembaga Alam Kaya Sambangi Dusun Kebebu

Oleh Apriliansyah Tim SUAR dan perwakilan Lembaga Alam Kaya berkesempatan mengunjungi Desa Nanga Kebebu, 26 Januari 2022 lalu. Kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk melihat aktifitas masyarakat Dusun Kebebu yang merupakan dampingan SUAR melalui skema Leading the Change dalam mengelola ikan lele dan gabus. Hadir langsung di lokasi Dedi Wahyudi dan Agus Sumani perwakilan dari Lembaga ALam Kaya Bersama tim SUAR. Rombongan saat itu berkesempatan mengunjungi kolam milik salah satu masyarakat yang selanjutnya berdiskusi tentang peluang kerjasama untuk pengadaan bibit ikan gabus. Sukartaji, Ketua Lembaga SUAR berharap melalui skema Leading the Change semua pihak bekerjasama mendukung aktifitas masyarakat dalam mengelola sumberdaya alam Desa Nanga Kebebu. “terimakasih juga kepada kawan kawan di Lembaga Pasak Kebebu, terimakasih atas diskusi dan informasinya, semoga kedepan juga kita bisa berhasil dalam budidaya ikan lokal dan inshaallah kalau bisa seperti yang di katakan Pak Agus tadi bisa bekerja sama dengan beliau untuk menyediakan kebutuhan ikan lele,” Kata ketua Lembaga Pasak Kebebu, Amran. Melalui skema Leading the Change, Amran berharap menjadi peluang bagi masyarakat Bersama para pihak memanfaatkan potensi lokal yang ada di Desa Nanga Kebebu. Dalam diskusi, perwakian Lembaga Alam Kaya, Agus Sumani berkesempatan menyampaikan beberapa hal terkait kunjungan untuk melihat budidaya ikan local oleh masyarakat. “Budidaya Ikan Lokal memang susah susah gampang, perkembangan setiap bibit ikan berbeda beda sehingga butuh di sortir setiap seminggu sekali karna ikan yang besar khususnya jenis gabus akan menjadi predator bagi ikan gabus lainnya yang ukurannya lebih,” ucap Agus. Kunjungan ini disambut baik oleh masyarakat, Hermansyah salah satu masyarakat yang memelihara ikan berharap kedepan akan ada wadah bagi masyarakat untuk berdiskusi berbagi pengalaman bagaimana potensi ikan lokal juga bisa menjadi salahsatu nilai tambah untuk masyarakat. “Saat ini masyarakat masih memelihara ikan sendiri-sendiri karna belum ada wadah atau kelompok yang menjadi tempat berkeluh kesah tentang budidaya ikan, semoga kedepan akan ada wadah untuk atau kelompok bagi masyarakat yang memelihara ikan sehingga apabila ada hal yang menjadi pengalaman bisa dibagikan kepada yang lain.” Ucap Hermansyah.

Leave a Comment