Lima tahun memimpin perubahan

  Oleh : Nasihin “Yang menarik dari capaian program Leading The Change (LtC) ini selama 2018 sampai dengan 2022 ini adalah  kata berkelanjutan menjadi familiar di Kabupaten Melawi. Di warung-warung kopi isu pembangunan berkelanjutan sudah menjadi salah satu topik yang sering dibicarakan oleh masyarakat” itu cuplikan perkataan Sukartaji direktur SUAR dalam Monev Nasional Program LtC di hotel Ibis Simatupang pada 27 November samapi dengan 1 Desember 2022 lalu. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh 26 lembaga yang tersebar diseluruh Indonesia. yang mana Lembaga-lembaga tersebut merupakan mitra WWF Indonesia dalam menjalankan program LtC. Kegiatan selama 5 hari tersebut bertujuan untuk mengkonfirmasi keberhasilan mitra selama 5 tahun menjalankan program.
Presentasi Direktur SUAR, Sukartaji dalam Monev Nasional Program LtC
Begitu juga dengan SUAR turut menyampaikan capaian 5 tahun program. Di tahun pertama pada 2018 lembaga nirlaba ini berhasil melakukan FPIC kepada masyarakat Sebaju guna menjadikan dusun tersebut kampung berkelanjutan. Di tahun yang sama  pula Forum Pembangunan Berkelanjutan Melawi (FPBM) dilahirkan yang diprakarsai oleh 12 lembaga masyarakat yang berda di Kabupaten Melawi. Pada tahun berikutnya pada 2019, SUAR mengidentifikasi potensi yang berada di Dusun Sebaju dan menganalisa segala permasalahan yang ada. Lalu membantu masyarakat untuk bersama-sama menyusun rencana strategis kampung tersebut untuk 10 tahun kedepan. Sementara itu FPBM yang lahir ditahun sebelumnya menjadi meningkat kapsitas anggotanya serta bertambah pula aliansi yang tergabung dalam forum tersebut menjadi 25 lembaga. Pada tahun 2020 walaupun wabah Covid menguat di negeri ini, proses pendampingan SUAR tak kunjung surut. Pada tahun ini Lembaga berhasil mengadvokasi pemerintah desa Kebebu dengan Menyusun RPJMDesa yang berkomitmen turut membangun Dusun Sebaju dan mengembangkan pengelolaan SDA yang berada di Dusun tersebut. Pada tahun ini pula FPBM semakin meningkat dengan adanya 3 lembaga yang fokus mengelola SDA secara berkelanjutan. Perubahan di tahun selanjutnya bisa dibilang paling fantastis, 12 lembaga yang berada di Kabupaten Melawi berkomitmen mengelola SDA secara berkelanjutan. Lembaga-lembaga tersebut adalah 5 sekolah menerapkan Pendidikan berkelanjutan (SMPN 1 Belimbing, SMPN 3 Nanga Pinoh, SMPN 1 Pinoh Selatan, SMAN 1 Pinoh Utara, SMK Bina Kusuma) yang fokus pada infrastuktur hijau dan kerajinan tangan dan kewirausahaan. Kemudian ada 3 Lembaga pasak (Pasak Sebaju, Pasak Kebebu, Pasak Birapati) yang fokus pada pengelolaan Areal Konservasi Kelola masyarakat (AKKM). Ada juga 1 lembaga pecinta Alam (KEPUAK) dan terakhir adalah 3 lembaga masyarakat yang membuat area konservasinya di daerah masing-masing (P7T, KOMPLIT dan BENIH). Semetra ditahun terakhir 2022, SUAR fokus pada menejemen pengetahuan terhadap pengelolaan SDA dengan membuat 3 Film documenter yaitu Desa berkelanjutan Kebebu (https://www.youtube.com/watch?v=SgoPIiojfOk), wajah Pendidikan Berkelanjutan Melawi (https://www.youtube.com/watch?v=DJyBh1zjVWo), dan Praktisi hidup Berkelanjutan (https://www.youtube.com/watch?v=2epqgJWDJtg).  dan 2 buku berkelanjutan yang ditulis oleh siswa siswi yang berada di Desa Sebaju dan oleh 20 lembaga yang teraliansi didalam FPBM.
Tim Laman Inspirasi membuat film dokumenter sekolah yang berkontribusi dengan ESD di SMPN 3 Kebebu
Dengan capaian-capaian seperti itu dampak perubahan yang terjadi di tinggkat tapak menjadi semakin masif. Masyarakat melawi menjadi lebih peduli terhadap pembangunan berkelanjutan. Lembaga FPBM yang baru dilahirkan 2018 lalu. Saat ini sudah dipercaya pemerintah daerah untuk mengawal kebijakan yang ada, dengan selalu dilibatkan dalam perencanaan kerja daerah.

Leave a Comment