Nusa Kenyikap jadi Desa Pertama Sosialisasi Pendataan dan Merancang Program Perhutanaan Sosial
Oleh Apriliansyah
Nusa Kenyikap menjadi desa pertama sosialisasi pendataan dan merancang program perhutanan social Bersama SUAR pada 12 April 2022. Dalam kegiatan ini tim SUAR menjelaskan tujuan sosialisasi pendataan awal sebagai baseline untuk merancang program perhutanan sosial melalui skema pembiayaan untuk 25 tahun sebagai imbal jasa ekosistem.
Jagarudin Ewan, Kepala desa Nusa Kenyikap saat itu mengatakan masyarakat mengharapkan kedepannya ada pendampingan yang intens untuk masyarakat.
“Saya mewakili jajaran pemerintahan desa sekaligus masyarakat menyambut baik kedatangan kawan-kawan dari SUAR, semoga dengan sosialisasi ini kedepan SUAR bersama masyarakat dan pemerintah desa bisa berkolaborasi untuk merealisasikan program yang nantinya akan berdampak karna selama ini masyarakat sangat perlu pendampingan yang intens,” ucap Jagarudin.
Selain itu perwakilan perempuan juga menyampaikan harapan dari pengelolaan hutan dengan skema Perhutanan Sosial. “Harapan kami kedepan ibu ibu Desa Nusa Kenyikap bisa dilibatkan dalam dalam program ini seperti mendapatkan pelatihan dalam mengelola hasil hutan seperti anyaman, makanan olahan dari hasil hutan seperti kerupuk jengkol dan masih banyak lagi,” ungkap Hevi Asnita.
Sosialisasi berlangsung secara partisipatif, pelibatan semua pihak mendapat tanggapan yang baik terlihat dari antusias dari perwakilan para peserta pada saat sesi diskusi menyampaikan ide dan harapan dengan adanya rencana program perhutanan sosial melalui skema pendanaan imbal jasa ekosistem selama 25 tahun.
Di akhir kegiatan Tim SUAR menjelaskan bahwa sosialisasi rencana program ini masih dalam tahap merancang sehingga kedepan akan ada dua kemungkinan yaitu berlanjut atau tidak.
“Proses sosialisasi kita hari ini mendapatkan data awal atau baseline untuk merancang program melalui skema pendanaan imbal jasa ekosistem selama 25 tahun, diakhir sosialisasi ini saya sampaikan bahwa akan ada dua kemungkinan yaitu program bisa berlanjut ataupun tidak, tetapi kita harus sama sama memperjuangkan peluang ini karna memang dalam pengelolaan hutan tidak mudah dan murah maka memerlukan waktu dan tenaga yang lebih,” ungkap Heri Irawan.
Heri Irawan juga menambahkan, ada beberapa program kedepan yang akan dilakukan seperti penguatan LPHD dan peningkatan kapasitas masyarakat terkait konservasi dan Livelihood berdasarkan baseline.
Diakhir sosialisasi perwakilan para peserta dan tokoh masyarakat menandatangani dokumen FPIC sebagai bentuk kesediaan dan dukungan masyarakat terhadap rencana program SUAR yang dipandu oleh Heri Irawan.