SUAR Melatih Ibu-Ibu Sebaju Membangun Ketahanan Pangan Level Keluarga
Foto : Para ibu-ibu Dusun Sebaju yang mengikuti pelatihan membangun ketahanan pangan level keluarga. Foto : Ateng@Suar
Oleh : Ateng
Banjir belum begitu surut namun tim SUAR dan fasiltator pelatihan budidaya pertanian dan pekarangan tetap mengeber motor-motor mereka menuju Dusun Sebaju desa Nanga Kebebu pada 15 November 2021 silam. Pelatihan itu sejatinya berlangsung di dua tempat. Pelatihan pertama dilakuakan di desa Tanjung Sari selama dua hari dan sehari di Dusun Sebaju yang di fasilitasi oleh Kornelius pria yang sehari-hari mengurus perkebunan terintegrasi di Desa Semadin Lengkong.
Perjalanan menuju dusun Sebaju kala itu bisa di katakana tidak mudah. Akses jalan raya utama terdapat beberapa titik banjir, bahkan motor direktur SUAR sempat mogok di salah satu titik banjir banjir yang berada Desa Semadin. Dan lebih parahnya lagi ketika sudah masuk area Masyarakat Hukum Adat (MHA) Sebaju, motor sudah tidak dapat digunakan lagi dikarenakan kedalaman banjir mencapai dada orang dewasa.
Sesampainya disana kegiatan langsung dimulai dan diikuti oleh 20 peserta dari masyarakat Dusun Sebaju. Komposisi peserta dari jenis kelamin,14 orang perempuan dan 6 orang laki-laki. Dan sebenarnya workshop ini memang diutamakan bagi perempuan dikarenakan memang fokus pada tanaman pekarangan guna memperkuat ketahanan pangan.
Kornelius yang akrab disapa bang Toy memberikan materi pelatihan pada ibu-ibu
“Kita waktu sekolah dulu itu selalu diingatkan bahwasanya dalam hidup ini ada sandang, pangan dan papan. Sandang dan papan mungkit kita sudah kuat. Tapi pangan kita masih sangat lemah dikarenakan kita masih tergantung sama mamang (pedagang sayur dari kota yang mengunankan sepeda motor)., Cuma Ketika banjir seperti sekarang mamang ndak bisa masuk, bingung kan kita mau makan apa,” ujar Kornelius yang menjadi pemateri saat memulai kegiatan.
Mendengar pernyataan itu masyrakat sepakat dengan apa yang disampaikan fasilitator “saja amat am ya (memang benar seperti itu kondisinya),” Pungkas Noroden selaku kepala dusun Sebaju tersebut.
Untuk membangun ketahanan pangan seperti ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, butuh kerja sama. Begitu pula untuk tanaman pekarangan.
“tidak bisa hanya ibu-ibu sendiri yang bekerja tapi bapak-bapak juga harus ikut membantu, misalnya mencangkul, memangkas pohon-pohon besar yang berda disekitar rumah agar cahaya matahari dapat menyinari tanamana,” ungkap Ike Eni Lusiani fasilitator kedua yang berdinas di Di Dinas ketahanan Pangan dan Perkebunan Kabupaten Melawi.
Materi yang disampaikan selama pertemuan itu ialah lebih besar pada membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya membangun ketahanan pangan dilevel keluarga, setalah itu membagi kelompok warga untuk membuat demplot dimasing-masing daerah mereka. selain itu terdapat juga pelatihan pengolaan tanah dasar agar tanaman dapat tumbuh subur sesuai dengan kebutuhan masing-masing tanaman.
Di akhir pertemuan direktur SUAR membagikan beberapa bibit, cabe, terong dan kangkung agar dapat dijadikan modal awal sehingga nanti dimasing-masing rumah terdapat tanaman pekarangan yang dapat menyumbang ketahanan pangan masing-masing keluarga. Dan kedepannya tindak lanjut dari workshop ini yakni akan ada workshop pembuatan pupuk organik.
https://www.youtube.com/watch?v=mWSNpJz00sU&t=142s