SUAR Helat Diskusi Persiapan Program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PAHAM)

Nanga Pinoh, SUAR. Perkumpulan Sangga Utama Alam Raya (SUAR) adakan diskusi program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (Paham). Yang mengusung tajuk utama annual workplan (rencana kerja tahunan). Bertempat di kantor Perkumpulan SUAR, 5 Juli 2023.

Diskusi dipimpin Ketua Perkumpulan SUAR, Sukartaji. Dihadiri anggota Perkumpulan SUAR dan 3 perwakilan pengurus LPHD. Jaga dari Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Balai Agas, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

“Perlu ada penguatan kelembagaan untuk LPHD dalam menjalakan program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (Paham). Seperti Bujang Alius, hendaknya diberdayakan seperti pembuatan berita acara dalam restrukturisasi pengurus LPHD Balai Agas,” tutur Sukartaji.

Sukartaji mengatakan Perkumpulan SUAR kita akan upgrade (meningkatkan) kapasitas pengelola LPHD binaan. Seperti membuat Standar Operasional Prosedur (SOP), panduan untuk memastikan kegiatan operasional organisasi berjalan dengan lancar.

“Tahap pertama di kuarter (empat bulan, Red) pertama program, lebih banyak kepada penguatan kelembagaan LPHD. Termasuk di dalamnya patroli hutan dan pencegahan kebakaran, dan kebutuhan pendukung kegiatan untuk masing masing tim,” papar Sukartaji.

Ia menegaskan Perkumpulan SUAR akan mengejar pembentukan tim pemadam kebakaran dan patroli hutan, setelah pelatihan. Kemudian pengadaan barang alat perlindungan diri (APD), tandon air, dan mesin pompa beserta selang.

“Kami juga akan mendiskusikan, terkait website (situs web, Red). Apakah untuk desa, atau LPHD, atau untuk SUAR? Website ini mengakomodir kepentingan tiga LPHD binaan di desa Piawas, Nusa Kenyikap, dan Balai Agas. Penanggulan kebakaran hutan dan lahan, teknisnya bekerjasama dengan Manggala Agni Ponja Melawi. Kelembagaan di LPHD akan didamping oleh SUAR,” kupas Sukartaji.

Staf Administrasi Perkumpulan SUAR Proyek Paham, Eka Indrianti menjelaskan rencana kerja tahun pertama. Keluarannya tata Kelola kelembagaan untuk masing masing LPHD di tiga desa. Yaitu, LPHD Piawas, LPHD Nusa Kenyikap dan PLHD Balai Agas.

“Seperti pengadaan Internet, alat-alat tulis kantor (ATK), dan laptop. Masing masing LPHD akan kita lakukan pengadaan. Misalnya dua buah laptop, bahan bakar minyak, sebuah printer, kursi kantor, dan generator listrik mandiri atau genset,” tutur Eka Indrianti.

Penguatan LPHD binaan SUAR, terdiri dari rapat koordinasi, diskusi dan, hingga monitoring (pemantauan).

“Pendampingan lainnya berupa pelatihan keuangan dan aset untuk masing masing LPHD. Setiap tim akan ada insentif dan didukung dengan pengadaan peralatan. Seperti kendaraan, keperluan patrol, dan peralatan pencegah kebakaran,” ujar Eka Rianti.

“Adapun detail kegiatan berupa workshop di tiga desa dampingan, penilaian HCV di tiga desa, dan dokumentasi PDD,” ucap Eka Rianti.

Ia menerangkan nilai konservasi tinggi (NKT), sesuatu yang bernilai konservasi tinggi pada tingkat lokal, regional atau global yang meliputi nilai-nilai ekologi, jasa lingkungan, sosial dan budaya. Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) adalah suatu areal yang memiliki satu atau lebih NKT.

“Sedangkan PDD singkatan dari publikasi, dekorasi, dan dokumentasi. PDD, divisi yang memiliki tanggungjawab dalam bagian dokumentasi dan segala macam yang berhubungan dengan seni dokumentasi di suatu acara,” jelas Eka Rianti.

Program Manager PAHAM, Sri Ranti Zahrani memaparkan bahwa dalam satu tahun kegiatan dibagi empat kuartal (quarter/Q) atau tiap empat bulan. Misalnya, Kuartal Pertama (Q1) membuat perencanaan kegiatan, spesifikasi, supaya tahu kegiatan apa saja dan yang akan dilaksanakan. Q2, Q3, hingga Q4 disepakati bersama.

“Misalnya banyak aktifitas yang dijabarkan sebelumnya, ternyata dilakukan pada kuartal pertama. Perkumpulan SUAR berkoordinasi dengan warga binaan, ihwal program dan capaian Q1 hingga Q4,” saran Sri Ranti Zahrani.

Penulis: Mahmudi
Editor: Sahaja
 

Leave a Comment